Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 10 November 2009

anggaran dana

RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG PESANTREN DAN PANTI ASUHAN AL-ISRA







NO Item Pekerjaan Volume Harga Satuan
Jumlah
I Pekerjaan Persiapan




1 Pasang Bowplang 1 1,500,000.00
1,500,000.00
2 Pembersihan Lahan 1530 4,200.00
6,426,000.00
3 Direksi keet 1 5,000,000.00
5,000,000.00
4 Air kerja 1 4,000,000.00
4,000,000.00
5 Pembongkaran lahan 0 1,290,000.00



Total persiapan


16,926,000.00







II Pekerjaan struktur




II.1 Pek. Galian dan Uurugan




1 Galian Tanah 20 50,000.00
1,000,000.00
3 Urugan Pasir Bawah Pondasi 8 170,000.00
1,360,000.00
3 Urugan Pasir untuk lantai 6 170,000.00
1,020,000.00
4 Urugan Tanah 27 80,000.00
21,600,000.00
5 Pemadatan tanah 0 8,000.00


II.2 Pekerjan beton




1 Pasang lantai kerja 24 206,000.00
494,000.00
2 Pondasi Batu kali 32 620,000.00
19,840,000.00
3 Cor lantai R.Praktek 0 1,500,000.00


4 Sloof beton, 15 x 20 4 3,850,000.00
15,400,000.00
5 Kolom , 15 x 15 3.6 4,250,000.00
15,300,000.00
6 Ring blok, 10 x 15 2 4,250,000.00
8,500,000.00
II.3 Pekerjaan Atap




1 Rangka Atap baja ringan 350 150,000.00
5,205,000.00
2 Atap JTW. Morando 350 60,000.00
2,100,000.00

TOTAL STRUKTUR


158,014,400.00



































NO Item Pekerjaan Volume Harga Satuan
Jumlah
III Pekerjaan Arsitektur




III.1 Pekerjaan pasangan & Plesteran




1 Pasang dinding batako 350 43,000.00
15,050,000.00
2 Pas. Plesteran & Acian din ding Bata 1:3 350 28,300.00
9,905,000.00
3 Pasang Plesteran Beton 120 55,000.00
6,600,000.00
III.2 Pekerjaan Kusen, Pintu, Jendela




1 P1 5 1,950,000.00
9,750,000.00
2 P2 1 3,950,000.00
3,950,000.00
3 PVC 2 350,000.00
700,000.00
4 j1 2 1,050,000.00
2,100,000.00
5 j3 18 14,750,000.00
265,500,000.00
III.3 Pekerjaan Plafond




1 Plafond Multiplek 6mm rangka bollow 280 64,500.00
18,060,000.00
III.4 Pekerjaan Pengecatan




1 Cat Plafond Catylac 280 13,400.00
3,752,000.00
2 Cat List Plafond Catylac 112 3,700.00
414,400.00
3 Cat dinding Catylac 700 13,400.00
9,380,000.00
4 Cat listplang 60 10,750.00
645,000.00
III.5 Pekerjaan Finishing lantai & dinding




1 Lantai Keramik 30 x 30 280 70,400,000.00
19,712,000.00
2 TOTAL ARSITEKTUR


135,086,000.00
IV Pekerjaan Mekanikal Elektrikal




IV.1 Pekerjaan Elektrikal




1 Instalasi Penerangan & stop Kontak 10 129,000.00
1,290,000.00
2 Kabel Tuvur 4 x 32 0 32,250.00


3 Kabel Tuvur 4 x 12 0 43,000.00


4 Saklar engkel 10A 0 12,300.00


5 Saklar Dobel 10 A 5 16,125.00
80,625.00
6 Stop Kontak 16 A 5 12,900.00
64,500.00
7 Armatur lampu tko 2 x 36 w 12 137,000.00
1,644,000.00
8 Armatur lampu lampu baret km 4 69,875.00
279,500.00
9 Armatur lampu tko teras 2 137,000.00
274,000.00
10 Panel mcb 4 group 1 795,500.00
795,500.00
11 Panel Utama 1 4,837,500.00
4,837,500.00
IV.2 Pekerjaan Plumbing




1 Saluran Air kotor buis beton 30 cm 30 30,000.00
900,000.00
2 Saluran air bersih pipa pvc 1/2" AW 15 14,500.00
217,500.00
3 Septictank 1 2,500,000.00
2,500,000.00

TOTAL ME


12,883,125.00







REKAPITULASI ANGGARAN BIAYA PESANTREN dan PANTI ASUHAN AL-ISRA









NO Item Pekerjaan
Jumlah


I Pekerjaan persiapan
16,926,000.00


II Pekerjaan Struktur
158,014,000.00


III Pekerjaan Arsitektur
135,086,000.00


IV Pekerjaan Mekanikal Elektrikal
12,883,000.00



Jumlah
322,909,000.00



Total
322,909,000.00


Read more...

Sabtu, 07 November 2009

BAKSOS MUARA GEMBONG

Edasi Al-isra telah menyumbangkan 80 kursi&meja murid,serta 2buah meja dan kursi guru untuk SD Mansyarul Huda di Desa Blukbuk Muara Gembong, dan SD Masya'ul Huda di Desa Beting

Read more...

jadwal getar kalam off air


KAJIAN RUTIN MAJLIS MUHASABAH

Ahad setiap pekan : Masjid Agung Al-Barkah depan RSUD bekasi, pukul:13:00-15:00
Pembicara: Ahad pekan 2 & 3:-Ust. Anwar Anshori Mahdum
Ahad pekan 1 -Ust. Bagus Hernowo
Ahad Pekan 4 - ustd agus Pahlevi

Read more...

pesantren al-isra



Alhamdulillah pembangunan Pesantren Al-Isra kini telah mencapai tahap pembuatan kusen.Terima kasih kepada para jama'ah yang telah membantu proses pembangunan. Kami masih sangat mengharapkan bantuan dari para jama'ah untuk pembangunan Pesantren Al-Isra

Read more...

Selasa, 03 November 2009

Proposal Pembangunan PESANTREN DAN PANTI ASUHAN“ AL-ISRA “ Persembahan Untuk Para Dhu’afa Kampung Blukbuk, Pantai Bahagia, Muara Gembong



Blukbuk adalah salah satu nama kampung di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong, Lokasinya mendekati pesisir laut. Untuk menjangkau lokasi tersebut harus menggunakan perahu dengan memakan waktu tiga jam perjalanan darat ( dari Bekasi Kota ) menuju kantor kecamatan dan satu setengah jam perjalanan air dari kecamatan muara gembong menuju kampung Blukbuk. Jarak yang cukup jauh praktis menjadikan kampung ini kurang mendapat perhatian dalam segala hal, baik dari Pemda ( Pemerintah Daerah) setempat atau juga dari jangkauan pegiat dakwah Islam. Dan yang lebih memprihatinkan adalah betapapun mayoritas masyarakatnya beragama Islam tetapi lembaga pendidikan Islam sangat terbatas. Kalaupun ada, jaraknya sangat berjauhan.dan sarana pendidikannya sangat tidak mendukung,

Insya Allah, di tempat terpencil ini Lembaga Da’wah Dan Sosial Al-Isra akan berjuang untuk mendirikan pesantren dan panti asuhan sebagai sarana belajar dan pembinaan masyarakat dan anak-anak setempat.

PESANTREN DAN PANTI ASUHAN AL-ISRA

Jarak yang berjauhan dan sarana pendidikan yang minim di tambah dengan keadaan ekonomi masyarakat yang tidak mendukung, menyebabkan banyak anak-anak tidak dapat melanjutkan sekolah. Apalagi jika musim penghujan datang dan banjirpun tidak bisa dielakan, praktis mereka tidak bisa bersekolah. Diilhami dari keadaan inilah Lembaga dakwah dan Sosial Al-Isra akan mendirikan bangunan pesantren dan panti asuhan yang di peruntukan untuk masyarakat Muara Gembong dan sekitar.

a. Tujuan Pembangunan
Seperti lazimnya lembaga-lembaga Islam yang ada. Tujuan umum didirikannya pesantren dan panti asuhan ini adalah sebagar sarana tholabul ilmu ( belajar ) untuk anak-anak muslim, khususnya bagi mereka yang tidak mampu ( Yatim dan Dhu’afa )

b. Pemanfaatan Gedung
Selain untuk pembinaan anak-anak yatim dan dhua’afa yang diasramakan. Gedung ini juga berfungsi untuk:
1. Pesantren dan panti asuhan Yatim dan Dhu’afa
2. Sarana Majlis Ta’lim untuk umum ( pengajian untuk masyarakat setempat)
3. Taman pendidikan Al-Qur’an (TPA), Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA). Dan Sekolah Dasar Islam Terpadu ( SDIT)
4. Tempat sarana pertemuan warga Muslim

LOKASI PEMBANGUNAN

Lokasi Pesantren dan Panti asuhan ini bertempat di Kampung Blukbuk RT 005/001 Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong , Kabupaten Bekasi Jawa Barat Kode Pos 17735

RENCANA ANGGARAN BIAYA

Rencana Anggaran Biaya pembangunan gedung ini adalah: Rp. 800.909.000 ( Delapan Ratus Juta, Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah ). Perincian anggaran terlampir.

SUMBER PENDANAAN.

Pendanaan bangunan tersebut di harapkan berasal dari beberapa sumber, di antaranya:
1. Zakat, Infaq dan Shodaqoh dari Ummat Islam ( dalam maupun luar Negeri)
2. Bantuan dari donatur tetap atau tidak tetap
3. Bantuan Instansi, baik pemerintah mapun non pemerintah ( jika ada)
4. Usaha lain yang halal dan tidak mengikat

PENUTUP

Semoga langkah yang kami bawa ini mendapat respon positif dari semua kalangan , khususnya ummat Islam. Jika kita mau berinfestasi untuk dunia kita kita yang sesaat ini, kenapa tidak kita infestasikan harta kita untuk kehidupan yang abadi ( akhirat). Hidup akan semakin berarti jika kita saling berbagi. Hanya kepada Allah kita berharap. Semoga langkah baik ini selalu mendapatkan kemudahan. Amin.

Read more...

Minggu, 01 November 2009

Cobaan Untuk Manusia


Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan dalam bukunya “al-Fiqh fi ad-Din ‘Ashamah min al-Fitan “ mengungkapkan tentang beragam cobaan yang pasti di alami oleh manusia. Diantaranya
adalah:
1. Cobaan dari sisi harta, anak juga istri. Sebagaimana Allah berfirman: “ Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi
Allah-lah pahala yang besar. QS. At-Taghobun [64 ]:14-15

‘ Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi. Qs. Al-Munafiqun [ 63 ]:9

2. Cobaan dari sisi kebaikan dan keburukan yang kita terima.“….Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan”. Qs. Al-Anbiya [ 21 ]:35

3. Cobaan dari segi kemiskinan dan kekayaan hidup “ Dan Demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang Kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?” Qs. Al-An’am [6]:53

4. Cobaan dari manusia yang lain.‘ Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan
mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha
melihat. Qs. Al-Furqon [25]:20

5. Dan cobaan terbesar manusia adalah cobaan perpecahan dan perbedaan. Kenapa Allah Menguji Kita ?Beberapa ayat al-Qur’an mengetengahkan tentang alasan Allah menguji manusia yang beriman, diantaranya adalah:
- Karena Allah ingin mengetehui siapa dari hamba-Nya yang paling baik usahanya (amalannya).
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.Qs.Al-Kahfi [18]: 7
-Karena Allah ingin mengetahui siapakah dari hamba-Nya yang bersungguh-sungguh (mujahid) dan yang penyabar. “Dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu “. Qs. Muhammad [47]:31
- Agar dapat diketahui siapakah sesungguhnya para penghuni surga dan neraka. “Supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. mereka Itulah orang-orang yang merugi. Qs. al-Anfal [8]:37
- Agar Manusia kembali kepada kebenaran “…. dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). Qs. Al-A’raf [7]:168.
- Semuannya merupakan ujian “ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui
orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” Qs. Al-ankabut [13]:1-3

Kenapa Ada Musibah ?

- Musibah adalah seleksi alam untuk menentukan siapa yang kuat bertahan.
- Musibah adalah tes untuk menyaring tingkat kepercayaan manusia kepada Allah
- Musibah adalah seleksi keyakinan manusia bahwa Allah maha mendengarkan dan memperkenankan pintanya.
- Musibah adalah seleksi terhadap kadar kepercayaan mereka bahwa Allah senantiasa menolong agama dan ummat ini
- Musibah adalah seleksi terhadap tingkat keyakinan muslim terhadap kemampuan produktivitasnya
- Musibah adalah kunci yang mampu membuka mata hati dan menampakan wajah asli kita.

Allah maha kuasa

Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. QS. Ali-Imran :26

“ Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. Qs. Al-Imran: 27

Read more...

Kamis, 29 Oktober 2009

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum
Setiap kita suka atau tidak suka harus mampu menghadapi apapun persoalan yang tidak kita sukai, kerena sejauh apapun kita berlari untuk sembunyi, semua itu tidak akan merubah

ketetapan Ilahi. Yakinlah, bahwa langit tak selamanya mendung. Awan kelabu pasti berlalu. Sesunggunya hidup kita ini tak lain hanyalah perputaran antara kebahagiaan dan kesedihan, ada
suka dan duka dalam kehidupan dan pasti ada kemudahan bersama datangnya kesulitan.

“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Qs.Alam Nasrah” [94]: 5-6.Para ahli tafsir mengomentari ayat ini, “ Hal ini merupakan kabar gembira yang sangat besar. Bahwa setiap di jumpai kesulitan dan kesusahan, maka kemudahan selalu mendampingi dan menemani kesulitan itu, hingga meskipun kesulitan itu masuk ke lubang biawak, maka kemudahan juga akan masuk kedalamnya, sehingga muncul jalan keluar.Ketahuilah sahabat, bahwa kesulitan itu tidaklah abadi, ia akan berganti setelah masanya tiba. Dan hal ini merupakan sunatullah yang senantiasa berjalan demikian. Inya Allah, dengan berpegang dengan keyakinan ini, kita akan mampu menyikapi setiap persoalan dengan lebih baik.

Bukankah seorang muslim adalah hamba-hamba yang menakjubkan dari segi sikap dan keadaan. Sebagaimana Rasulullah bersabda: “Sangat menakjubkan urusan orang
mukmin itu. Sesungguhnya semua urusannya selalu menjadi kebaikan baginya. Tidaklah hal itu terjadi, melainkan hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia memperoleh kebaikan, dia bersyukur, lalu syukur itu menjadi kebaikan baginya. Jika ia tertimpa musibah , dia bersabar, lalu sabar itu menjadi kebaikan baginya”. (Hr. Muslim

Dunia Negeri Cobaan

Tidak ada yang menyangkal beragam musibah dan penderitaan harus terjadi di dunia ini. Sebuah keniscayaan yang tidak mungkin kita elakan. Akal pikiran dan lubuk hati mengakui betapa dunia yang kita singgahi ini begitu akrab dengan musibah. Setiap kenikmatan yang di reguk di dunia selalu berdampingan dengan penderitaan atau kesengsaraan. Itulah ujian Allah kepada hamba-Nya. Dua hal yang selalu bertentangan itu merupakan cara Allah untuk mengetahui kualitas kehidupan seseorang dan agar mereka kembali kepada Allah.

“ Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” . Qs. Al-Ankabut [29]:1-3
Abul Faraj Ibnu Al-Jauzi, seorang alim di jamannya. Ia berkata: “ Kalaulah dunia ini bukanlah negeri cobaan, tentu tak akan ada penyakit dan hal-hal yang terlalu kelam.

Tidak ada kesempitan hidup seperti yang di rasakan oleh para nabi dan orang-orang yang terbaik. Namun ternyata, lihatlah dalam penggalan sejarah orang-orang pilihan: seperti Nabi Adam as harus mengalami ujian berat sampai beliau tinggal didunia. Nabi Nuh as harus menangis selama 300 tahun dan meratapi musibah. Nabi Ya’qub menangis hingga matanya buta. Nabi Musa as harus menderita menghadapi firaun yang durjana. Nabi Isa as tidak punya tempat berteduh serta hidup serba kekurangan. Dan Nabi Muhammad saw harus mendapat cercaan yang menyakitkan saat menghadapi ummatnya sampai beliau harus hijrah ke maddinah. Itulah sekelumit contoh tentang sejarah ‘penderitaan’ panjang yang memang akan selalu hadir di setiap kesempatan dan
keadaan.

Sahabat, membiasakan diri untuk bersabar menghadapi ujian dengan beragam tantangan, sangat membutuhkan tekad yang kuat dan mental yang mantap.

Tulisan selanjutnya: Cobaan Untuk Manusia

Read more...

Senin, 26 Oktober 2009

MUHASABAH SAAT DI TIMPA MUSIBAH "Kiat Bertahan dalam Cobaan"


Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

“ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?.” Qs. Al-Ankabut [29]:2.

Rahasia Di Balik Musibah

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah yang serba Maha. Tidak ada satupun makhluk di bumi ini kecuali Allahlah yang menciptakan-Nya. Tidak ada kekuatan apapun yang mampu menghancurkan apa yang telah di bangun-Nya. Dan tidak ada kekuatan apapun yang mampu membangun apa yang telah dihancurkan-Nya. Allah berkehendak atas semua makhluk yang di ciptakan-Nya. Termasuk musibah atau ujian yang ditimpakan kepada manusia, Allah jualah yang menghendakinya. Ketidak mampuan manusia untuk memahami kehendak Allah sering membuat manusia salah menyikapi ujian-Nya. Ada yang tetap bersyukur dengan menghadirkan husnudzon (berbaik sangka) dan ada pula yang bersifat su’udzon (berburuk sangka) kepada-Nya.

Materi berikut ini mencoba untuk meluruskan salah tafsir dari setiap kehendak Allah, terutama tentang musibah yang kerap melanda manusia. Bahwa sesungguhnya, di balik semua musibah ada rahasia yang kita tidak menghetahuinya. Dan yakinkan satu hal, bahwa Allah ketika menguji kita bukan lantaran Ia benci atau berpalng, tetapi semua itu di lakuakan hanya untuk menguji dan mengetahui siapakah sesungguhnya yang benar dan siapakah yang berdusta.

“ Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” . Qs. Al-Ankabut [29]:1-3

Semoga catatan sederhana ini dapat mengubah paradigma berpikir kita tentang hakekat sebuah musibah. Hanya kepada Allah sajalah kita berharap, agar keistiqomahan tetap terpatri dalam diri. Segala yang benar hanya datang dari Allah Swt, dan segala kekurangan selalu ada pada manusia.

“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” .Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Qs. Al-Baqarah [2]:155-157

Hidup tidak akan berkesan jika hanya memiliki satu warna. Warna hidup kita ditentukan dari pilihan-pilihan dan bagaimana cara kita menyikapi hidup. Warna hidup selalu berpariasi dalam
setiap episode. Hidup yang dipenuhi keceriaan pada suatu hari, maka akan datang kedukaan yang panjang pada hari yang lain. Terkadang kita bisa tertawa karena bahagia, kadang juga ada
tangis karena kecewa. Kenikmatan yang sekejap akan datang kesedihan yang panjang. Watak kehidupan tak pernah kita ketahui, karena itu adalah

mutlak milik Allah yang menentukan. Kesulitan hidup yang kita rasakan sesungguhnya adalah cambuk yang paling mujarab, agar kita bergegas untuk merubah keadaan. Karena penderitaan
dan kesulitan inilah seringkali kita mampu menemukan jalan yang terbentang, dan akan terlihat kualitas hidup kita.

“Dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal
ihwalmu “.Qs. Muhammad [47]:31

Sahabat, dalam kehidupan yang kita jalani akan sering menemukan empat kenyataan besar, yaitu: Pertama: keadaan ketika sedang mendapat kenikmatan. Kedua: keadaan ketika kita
sedang beristirahat dan menemukan problematika kehidupan, dan ini dirasakan oleh semua golongan manusia. Ketiga; keadaan saat kita tertimpa musibah. Dan keempat; keadaan ketika kita sedang dalam ketaatan yang sempurna.

Seandainya kita bisa memilih, tentu kita akan memilih kebaikan dari pada keburukan, kita akan memilih kebahagiaan dari pada kesulitan. Tetapi lagi-lagi, warna hidup bukan kita yang menetukan. Allah yang Maha tahu atas segala sesuatu. Dan setiap pilihan Allah pastilah yang terbaik untuk manusia.

Ketahuilah, setiap manusia pasti akan menemukan masalah dalam kehidupannya. Masalah adalah bagian dari kehidupan yang tidak terelakkan. Perhatikan lagi ayat Allah;

“….Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan”. Qs.Al-Anbiya [21]:35

Ayat ini seakan memberi isyarat bahwa permasalahan adalah sunnatullah yang pasti datang dalam bentuk yang berbeda-beda pada setiap orang. Ada orang yang mengatakan; “hidup adalah masalah, jika tidak ingin bermasalah jangan hidup”. Ungkapan ini ada benarnya, bahwa kita akan terbebas dari masalah jika kita sudah terbujur kaku dan tidak ada lagi tarikan nafas.
Tetapi ini hanya ketika kematian terjadi, dimana permasalahan kehidupan dunia otomatis berakhir.

Namun tidak berarti permasalahan selesai pada titik itu, sebab setelah kehidupan dunia ada kehidupan lain yang harus kita hadapi, yaitu yaumul hisab (hari perhitungan). “Hidup yang dipenuhi keceriaan pada suatu hari, maka akan datang kedukaan yang panjang pada hari yang lain. Terkadang kita bisa tertawa karena bahagia, kadang juga ada tangis karena kecewa. Kenikmatan yang sekejap akan datang kesedihan yang panjang “.

Bersambung: Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Read more...

Sabtu, 24 Oktober 2009

Komentar Para Salafus Sholeh Tentang Muhasabah


Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

Umar Ibn Khatthab ra :“Hisablah dirimu sebelum kamu di hisab dan timbanglah amalmu sebelum kamu di timbang, karena sesungguhnya kamu melakukan hisab terhadap dirimu sendiri pada hari ini (dunia), akan lebih memudahkan bagi kamu saat menjalani hisab hari esok (akhirat)”. 


Imam Hasan Basyri :“Tidak ada satu haripun dimana sang pajar masih terbit menyingsing kecuali ia berkata; “Wahai anak Adam (manusia), aku adalah makhluk baru dan atas semua amalanmu menjadi saksi. Maka jadikanlah aku sebagai bekal. Sebab jika aku berlalu, 
aku tidak akan kembali lagi hingga hari kiamat”.
 
Maimun bin Mahram rh :
“Tidaklah seorang hamba telah menjadi orang yang bertaqwa, 
kecuali dirinya selalu mengoreksi (hisab) melebihi koreksinya 
seorang mitra terhadap sesama mitranya”.

Imam Ja’far Bin Muhammad as-Shidiq :“Siapapun yang akhir dari dua hari yang di lewatinya buruk, maka ia adalah orang yang terkutuk. Siapapun yang tak melihat adanya pertambahan kebaikan dalam dirinya, maka ia adalah orang yang berkekurangan. Dan siapapun yang dirinya berkekurangan, maka kematian lebih baik dari pada kehidupan.  

Al Imam Ahmad menuturkan:Dari wahbin berkata:“ tertulis dalam hikmahnya keluarga Nabi Dawud:; “Sudah seharusnya orang yang berakal untuk tidak lalai dari empat saat:
1. Satu saat untuk bermunajat kepada Rabbnya.
2. Satu saat untuk mengoreksi (hisab) dirinya
3. Satu saat untuk bersepi merenungi kesalahan-kesalahannya dan
4. Satu saat lagi bersepi untuk menghias dirinya dengan mempercantik kepribadiannya.
Sesungguhnya pada saat inilah ada pertolongan untuk saat-saat yang lain sekaligus sebagai penentram hati.

Apa Manfaat Muhasabah
 Beberapa hal yang dapat diambil hikmahnya dari orang-orang yang selalu bermuhasabah, diantaranya: 
1. Seseorang akan mengetahui aib dan kekurangan yang ada pada dirinya, hingga mau memperbaikinya.
2. Mengetahui titik kelemahan untuk diperkuat, sehingga menuntun kesadaran untuk bertaubat sebelum datangnya ajal (kematian) tiba.
3. Mengetahui hak-hak Allah atasnya, karena dasar muhasabah ialah menghisab diri dari mengabaikan hak-hak Allah SWT.
4. Menyadari bahwa segala perbuatan akan di mintai pertanggung jawaban di akhirat. 
5. Membenci hawa nafsu dan mewaspadainya. Dan melaksanakan ketaatan serta menjauhi kemaksiatan, agar menjadi ringan hisab di hari akhirat nanti.

Dari kelima hikmah tersebut, tujuan yang diambil adalah bahwa dengan muhasabah kita dapat mengenal keterbatasan diri, agar kita dapat mencapai nilai tertinggi kemanusiaan, yaitu; nafsul muthmainnah (jiwa yang tenang). Dan dengan bermuhasabah kita dapat melepaskan diri dari jeratan dua nafsu yang merusak, yaitu; nafsul lawwamah (jiwa yang tidak stabil) dan nafsul ammaroh bi‘s-su’ (jiwa yang memiliki tabiat selalu memerintahkan keburukan).  

Read more...

Catatan Kunjungan

Assalaamu’alaikum wr wb

Saya sangat menghargai komentar sahabat berupa saran, kritik, dan masukan yang bermanfaat bagi kami. Silahkan, jangan ragu untukmemberikan catatan y.

Read more...

Jumat, 23 Oktober 2009

Kontak Kami

WISMA EL-DASI
AL ISRA

Jl. RH. Umar Rt. 05/18 Ceger, Jakasetia
Bekasi Selatan 17147 Telp. (021) 82400671

Read more...

Kontak Getar Kalam


Read more...

Getar Kalam

GETARKALAM Alhamdulillah, segala puji hanya untuk Allah Swt. Dialah pemilik seruan yang sempurna. Pencipta segala apapun isi dunia. Karena anugerah-Nya jualah kita dapat menghirup indahnya Islam. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi akhir zaman. Muhammad Saw, keluarga dan sahabat-sahabatnya yang dimuliakan Allah.

Tujuan utama dalam Tarbiyah ruhiyah adalah untuk membantu manusia meninggalkan apa yang di benci oleh Allah dan menerima apa yang di ridhoi oleh Allah. Dan juga mengajarkan ruh ini begaimana memperbaiki hubungannya dengan Allah melalui jalan menyembah dan merendah kepada-Nya, serta tunduk kepada manhaj-Nya. Inilah pokok paling utama dalam pendididikan ruhani.

GETAR KALAM adalah nama dari satu acara “ ON AIR”nya Radio dakta 107 FM. Disajikan setiap hari SABTU mulai pukul 20.00 – 22.00 MALAM. Materinya berisi tentang kajian muhsabah on air seputar kehidupan kita. Sebelumya materi-materi baik audio maupun tulisan tidak terpikir untuk dibukukan dan dibuat media online. Atas usulan beberapa rekan da’i dan
rekan-rekan pendengar Dakta, akhirnya kumpulkan materi dan materi audio dapat di sajikan dalam Blog GETAR KALAM.

Semoga catatan-catatan sederhana dalam Blog GETAR KALAM ini menjadi inspirasi yang mampu menyemangati para pembacanya menuju kearah perbaikan diri. Tentu saja Blog ini jauh dari kesempurnaan, karenanya kritik dan saran sangat kami harapkan.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan. Yang benar hanya milik Allah, Dialah sang pemilik seruan yang sempurna (Al-Qur’an), segala kebenaran hanyalah miliknya.

Read more...

Bagaimana Cara Bermuhasabah


Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan tentang cara-cara bermuhasabah. Beliau katakan sebagai berikut:

1. Di mulai dengan menghisab diri dari amalan-amalan yang fardhu, jika ada kekurangan maka di lengkapi.
2. Menghisab diri dari amalan-amalan yang di larang Allah, jika ada amalan terlarang yang pernah di kerjakan, maka segera bertaubat, perbanyak istighfar, perbanyak amalan-
amalan kebaikan karena ia akan menghapus kejelekan.
3. Menghisab diri atas tingkah laku gerakan anggota badan, ucapan lisan, langkah kaki, sentuhan dan pukulan, kenapa dan karena siapa serta bagaimana semua itu di kerjakan?. Tiga komponen di atas menjadi prioritas utama saat kita memulai mengoreksi diri. Dan itu merupakan pangkal semua kebaikan.

Macam-macam Muhasabah
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa muhasabah (intropeksi) ada dua macam. Pertama Muhasabatun Nafs sebelum berbuat dan kedua; Muhasabatun Nafs sesudah berbuat.
1. Muhasabatun Nafs sebelum berbuat (beramal).Ialah sikap seorang hamba ketika akan melakukan sesuatu, dia tidak bergegas melakukannya sehingga menjadi jelas baginya, bahwa yang dilakukannya adalah lebih tepat atau lebih baik ketimbang meninggalkannya. Ada empat tahapan perenungan
dalam mengintropeksi diri sebelum berbuat:
a. Apakah perbuatan yang akan di lakukan dapat di kuasainya
atau tidak.
b. Apakah melakukannya lebih baik dari pada meninggalkannya.
c. Apakah dia melakukannya karena Allah atau bukan.
d. Apakah sarana yang dapat membantunya untuk merealisasikannya.

Muhasabah jenis pertama ini dimulai dari tahapan pemikiran,
kehendak dan tekad. Jenis muhasabah ini sangat penting untuk
menempatkan amal perbuatan agar menjadi ikhlas.

2. Muhasabatun Nafs setelah berbuat.
Jenis ini terdapat tiga macam, yaitu:
a. Intropeksi atas ketaatan yang tidak memenuhi hak Allah SWT dan tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Seperti: mengerjakan sholat tanpa kekhusuan, mencemari puasa dengan prilaku maksiat dan lain-lain.
b. Intropeksi atas perbuatan yang meninggalkannya adalah lebih baik dari pada mengerjakannya, hal ini biasanya berkenaan dengan perbuatan durhaka atau menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak di utamakan sehingga meninggalkan hal yang lebih utama.
c. Intriopeksi atas semua perbuatan yang mubah (boleh) dan perbuatan yang merupakan kebiasaan, mengapa sampai dikerjakan. Apakah karena Allah dan untuk kepentingan akhirat?. Jika demikian, maka beruntunglah dia. Akan tetapi jika hanya kerena dunia semata dan kepentingan sesaat, maka merugilah ia.

Read more...

Rabu, 21 Oktober 2009

URGENSI MUHASABAH Bagi Kehidupan Seorang Muslim


Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

“ Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah muanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa ang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan encatat) amal perbuatan itu, Padahal mereka telah lupakannya. dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu. QS. Al-Mujadilah [58]:6.


Apa itu Muhasabah
Menurut bahasa, muhasabah berasal dari bentuk kata kerja haasaba yuhaasibu di ambil dari haasiba, hasibtusy-syaia, ahsibuhu husbaanan, dan hisaaban, artinya apabila engkau menghitungnya; hisab dan muhasabah artinya bila engkau menghitung sesuatu.
 
Menurut bahasa arti muhasabah sama dengan intropeksi, yaitu hadirnya sebuah kesadaran untuk melihat keadaan diri. Istilah yang lain adalah menghitung-hitung keburukan aib diri sendiri, merenunginya, dan terus mencoba melakukan perubahan sikap dan prilaku kearah yang lebih baik.
 
Kenapa Kita Harus Bermuhasabah?
Sahabat, perjalanan hidup manusia melaju dengan cepat menuju Allah. Hendaklah kita selalu mengadakan perhitungan untung rugi (muhasabah) dari apa yang kita kerjakan. Sebab setiap gerak dari kehidupan kita tak satupun yang luput dari penglihatan Allah. Dalam menjalani kehidupan, betapa seringnya kita tertipu dan menipu diri sendiri, kita mengira bahwa kita diam, sedangkan waktu terus berjalan. Kita mengira telah berbuat baik, padahal ternyata hanyalah patamorgana. Hidup adalah perjalanan, meniti detik ke jam, menata hari ke pekan, melewati pekan menuju bulan. Dan akhirnya tahunpun berganti. Sebuah proses dalam mengisi ruang yang telah Allah sediakan 
dan juga Allah tentukan. Dalam satu hari, perjalanan waktu menyisakan banyak peristiwa, dan setiap orang berbeda-beda dalam meninggalkan jejak. Ada yang meninggalkan jejak kebaikan dan tidak sedikit orang yang meninggalkan jejak keburukan. Setiap peristiwapun berbeda pula corak dan ragamnya, sesuai dengan jejak yang ditinggalkannya. 

Beruntunglah orang yang telah menorehkan tinta kebaikan dan kemudian orang-orang sesudahnya mengikuti jejak kebaikannya. Ia bukan hanya mendapat tambahan pahala tetapi namanya tetap harum betapapun waktu telah berganti masa. Dan merugilah 
orang yang meninggalkan jejak keburukan, karena ia bukan saja tidak mendapat tempat dihati manusia sesudahnya, tetapi juga tak mendapat kebahagiaan di akhiratnya.Maka dalam pergantian hari dan waktu yang terlewati amatlah rugi jika kita tidak mengingatnya kembali. Paling tidak jedalah sesat untuk memikirkan langkah berikut agar tidak terlalu banyak kesalahan berikutnya. 

Intropeksilah sesaat sebelum melangkah dan sesaat setelah melangkah. Karena setiap langkah yang terayun, setiap hari yang terlewat dan setiap nafas yang menghembus kelak Allah akan di mintai pertanggung jawaban di akhirat. Allah berfirman:

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?.Qs.Al-Qiyamah [75];36 Dalam ayat dan surah yang lain Allah juga berfirman:

“Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?.(Qs. Al-Mu’minun [23]:115)

Renungkan dua ayat diatas dengan jelas, mengingatkan agar kita tidak main-main dan selalu berbenah diri. Agar kelak di hari pertanggung jawaban (akhirat) kita tidak menjadi orang-orang yang menyesal. 

Urgensi Muhasabah

Muhasabah (introspeksi) adalah masalah yang sangat penting, karena tanpa intropeksi jiwa manusia tidak akan menjadi baik. Dan ia adalah jalan yang di tempuh oleh orang-orang mukmin, ciri khas para ahli tauhid dan pertanda orang-orang yang khusu’. Bermuhasabah akan menuntun kita kearah taubat kepada Allah. 

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Qs. Al-A’raf [7]:201).

Beberapa hal yang menjadi alasan kenapa kita harus bermuhasabah (introspeksi) diri:
1. Karena ada kehidupan kekal setelah dunia Kita hidup bukan hanya sekedar hidup tetapi untuk yang Maha Hidup. Dan kita ada bukan hanya sebatas ada. Maka aturan main dalam hidup harus sesuai dengan aturan yang menciptakan hidup, Dialah Allah Swt.
 
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat);dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Swt. Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik. (QS. Al-
Hasyr [59]:18-19).

Ayat ini mengisyaratkan pentingnya memperhatikan apa yang sudah kita perbuat untuk kehidupan hari esok (akhirat). Artinya; apa yang kita lakukan di dunia ini semata-mata bukan untuk kepentingan sesaat, tetapi harus berorientasi pada kehidupan 
yang abadi. Karena pada hakekatnya manusia diciptakan oleh Allah untuk sebuah kekekalan (akhirat), bukan untuk kesementaraan (dunia). Dan adapun dunia tempat kita hari ini, hanyalah persinggahan sebentar dalam perjalanan panjang menuju keabadian.
 
2. Karena adanya keharusan berserah diri sebelum datang azabPenyesalan selalu ada di belakang hari dan kita tidak akan bisa kembali seperti awal kita melangkah. Maka agar jangan timbul penyesalan dibelakang hari, ada baiknya kita ini bangunkan 
kesadaran setelah sekian lama terlelap dalam keterlenaan dan kehinaan. Kembalilah kepada Allah, menyesalah, beristighfarlah, bertaubatlah:

 “Dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). QS. Az- Zumar [39]:54).

Dunia adalah tempat mengumpulkan bekal dan akhirat adalah tempat menerima balasan.

3. Karena segala amalan akan di perlihatkan Oleh Allah Jika kehidupan kita seperti hewan, bersalah sebanyak apapun tidak di catat sebagai dosa. Maka bolehlah kita melakukan apa saja yang kita mau. Tetapi ketahuilah, kita baru niat saja Allah 
sudah tahu, apalagi berbuat. Dan repotnya lagi segala perbuatan kita kelak akan diperlihatkan oleh Allah di hari pembalasan, bahkan waktu itu kita sudah melupakannya. Perhatikan ayat-ayat Allah yang merupakan kebenaran pasti tentang tersingkapnya semua perbuatan kita di hari pembalasan nanti:

“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, Padahal mereka telah melupakannya. dan Allah Maha menyaksikan segala 
sesuatu. QS. Al-Mujadilah [58]: 6.

“Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. QS. Al-Zalzalah [99]: 6-8.

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. kemudian masing-masing diri diberi Balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). QS. Al-Baqarah [2];281.

“ Dan diletakkanlah Kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka Kami, kitab Apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak Menganiaya seorang juapun”. QS. Al-Kahfi [18];49

4. Karena adanya peringatan Allah akan siksa-Nya Salah satu fungsi al-quran adalah memberi peringatan (Nadziro), disamping memberi kabar gembira (Basyiro). Peringatan 
untuk orang-orang yang durhaka, mereka akan mendapatkan azab dan neraka adalah sebagai tempat kediamannya. Juga kabar gembira buat orang-orang yang beriman dan bertaqwa bahwa mereka akan mendapat kesenangan, dan surga adalah balasannya.

“Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hambaNya. Qs. Ali Imran [3]; 30.

“Adapun orang yang melampaui batas, Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya 
syurgalah tempat tinggal (nya). Qs. An-Naazi’aat [79];37

Bersambung: Bagaimana Cara Bermuhasabah

Read more...

Selasa, 20 Oktober 2009

MELURUSKAN PANDANGAN HIDUP

Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

“Adapun orang yang durhaka, lagi mengutamakan kehidupan dunia. Maka neraka jahimlah tempat tinggalnya. Sedangkan orang yang takut akan kebesaran Rabbnya lagi menahan diri dari hawa nafsunya maka syurgalah tempat tinggalnya”. 
(Qs. An-Naziat [79] : 37-38).

Ashtaghfirullah hal ‘adzim, Inilah sebuah kalimat yang tepat untuk mengungkapkan realitas yang ada saat ini. Kita saksikan, sedikit sekali orang kaya yang bersyukur dan orang miskin yang sabar. Ibnul Qoyyim Al-jauziyah mengungkapkan, ada dua kelompok manusia, pertama : mereka yang dikalahkan, dikuasai dan dihancurkan oleh hawa nafsunya. Ia benar-benar tunduk di bawah kendali nafsunya. Kedua : orang yang berhasil memenangkan pertarungan melawannya dan nafsupun tunduk di bawah perintahnya. Memohonlah kepada Allah agar kita dijadikan kelompok yang kedua sebab bukan saja akan mendapatkan keselamatan di dunia, di akheratpun kita akan mendapatkan balasan syurga.

Sahabat, hidup akan semakin bermakna apabila kita menyadari secara hakiki bahwa dunia tempat kita berpijak ini adalah amanah Allah yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kepentingan akherat. Agar kita tidak tertipu oleh dunia dan bujukan hawa nafsu. Sangat baik jika kita sebagai hamba Allah yang masih diberikan sepercik cahaya jiwa untuk membasuh dinding qalbu kita agar cemerlang diterangi oleh cahaya ilahi. Hidup semakin diberkahi apabila segala kemudharatan dapat kita jauhi. Semakin kita sadar akan hakikat hidup di dunia ini niscaya kita akan semakin tepat dalam menyikapinya sehingga kita menemukan makna hidup. Sebaliknya, semakin mengambang kesadaran kita akan hakikat hidup, maka akan semakin tidak tepat dalam menyikapinya, sehingga hidup tidak membawa makna tapi justru membawa sengsara.

Ketahuilah sahabat, kehidupan yang bermakna bukanlah diukur dari seberapa lama kita hidup, tetapi makna hidup diukur dari berapa efektifkah kita mampu memanfaatkan hidup. Catatlah dalam hati kita, ada beberapa hal yang dapat diukur jika kita ingin menjadikan hidup penuh makna dan selalu menjadi orang yang berguna. Sebagai seorang muslim yang meyakini bahwa hidup adalah ibadah maka akan tertanam di dalam jiwanya sebuah kesadaran yang dalam akan beberapa hal, diantaranya adalah :

  * Tujuan hidup : Mencari ridho Allah swt.

  * Fungsi hidup : Sebagai Khalifah Allah swt.

  * Tugas hidup : Beribadah hanya kepada Allah swt.

  * Alat hidup : Segala kenikmatan yang diberikan Allah swt.

  * Teladan hidup : Nabi Muhammad rasulullah saw.

  * Pedoman hidup : Al-Qur’an sebagai firman Allah swt.

  * Kawan hidup : Orang yang berjuang karena Allah swt.

Orang yang memiliki kecerdasan ruhani dan kesadaran yang tinggi, akan menjadikan tolak ukur di atas sebagai pola kehidupannya. Baginya hidup ini adalah tidak lebih dari serangkaian kumpulan keputusan. Setiap kali mengambil keputusan berarti menetapkan sebuah pilihan yang terbaik. Dan pilihan yang terbaik adalah ketika kita mampu menemukan makna hidup. Maka hidup yang benar lahir dari sebuah pandangan yang benar tentang hidup. Seseorang yang memiliki pandangan yang benar tentang hidup selalu menyadari, bahwa umur atau usia yang dimilki pada hakekatnya merupakan kesementaraan. Pada akhirnya ia menyadari, bahwa satu saat akan menemukan batas akhir perjalanan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya hidup hanyalah persinggahan sebentar dalam perjalanan panjang menuju keabadian.

Allahumma, Ya Allah Engkaulah yang memiliki keutamaan dan karunia. Karuniakanlah kepada kami potensi kebaikan untuk selalu beramal, karunikanlah iman yang kuat untuk selalu melaksanakan taat. Jadikanlah ya Allah..kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan itu kebencian bagi hati kami. Dan masukanlah kami kedalam hamba-hamba-Mu yang selalu bersyukur, teguhkanlah jiwa dan hati kami untuk selalu bersabar. Hanya karena Engkaulah kami hidup dan menikmati kehidupan. 

Read more...

Minggu, 18 Oktober 2009

KITA HANYA MUSAFIR LEWAT

Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

"Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu,
kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (Qs. Al-Baqarah [2] : 28)

Ketahuilah sahabat, bahwa kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sebentar dalam perjalanan panjang menuju keabadian. Kita hanyalah musafir yang sedang menempuh perjalanan menuju negeri yang pasti dan abadi. Rasulullah berpesan kepada kita : “Jadilah dirimu di dunia ini seperti orang-orang asing atau seorang musafir ! “ (HR. Ahmad, Buchari, At-tarmidzi dan Ibnu Hibban). Dr. Yusuf Al-Qaradhawi menasehati kita lewat bukunya “Al-Waqti Fi Hayati Muslim” (waktu dalam kehidupan muslim) Sesungguhnya berlalunya masa dan berputarnya siang dan malam bagi sorang: muslim tidak boleh dibiarkan tanpa mengambil pelajaran dirinya. Paling tidak, ia memikirkan kalau memang belum dapat mengambil pelajaran darinya. Sadarilah bahwa setiap waktu berjalan terjadi seribu satu macam kejadian, dari yang dapat kita indra sampai yang tidak dapat kita indra.

Sahabat, Tidak dapat kita bantah bahwa manusia dengan fitrahnya senang akan kehidupan yang baik dan juga mengharapkan usia yang panjang. Bahkan kalau bisa, kita ingin hidup selama-lamanya. Namun tidak dapat kita sangkal bahwa menginginkan kehidupan yang kekal di dunia adalah kemustahilan, sebab dunia yang sifatnya temporer ini satu saat akan hancur bersama dengan semua yang ada di dalamnya. Manusia dibatasi dengan kematian sebagai akhir suatu perjalanan atau batas kehidupan yang pasti tejadi dan tidak bisa ditolaknya. Kematian adalah akhir dari perjalanan kehidupan dunia yang fana dan pintu gerbang kehidupan yang kekal, yaitu akhirat. Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita agar selalu menyadari tentang kesementaraan kehidupan dunia ini. Dunia hanyalah tempat mengumpulkan bekal, agar kelak kita diterima Allah sebagai tamu yang baik dan ditempatkan pada tempat yang baik pula. Umur dunia sangat pendek, terlebih umur kita. Jangankan dibandingkan dengan lamanya waktu di akhirat, dibandingkan dengan waktu di dalam kubur saja, tentu tidak ada sekejapnya. Di sisi lain, kesementaraan hidup di dunia juga digambarkan oleh rasulullah saw. Dalam sabdanya : “Dunia (hanyalah berumur) tujuh harinya hari-hari akhirat” (HR. Ad-Dailami).

Jika umur dunia semenjak diciptakan hingga dihancurkan (kiamat) kelak hanya sebanding dengan tujuh harinya hari-hari akhirat, maka akan tergambarkan oleh kita bahwa umur kita tidak ada satu detikpun dari hari-hari akhirat. Jikalau kita mau menggunakan akal sehat dan berpikir sejenak tentang hakekat hidup di dunia ini, niscaya selain waktunya sangat sementara dan hanya satu kali, juga akan kita sadari bahwa kehidupan kita yang sangat sementara dan satu kali itu menjadi faktor penentu bahagia–sengsaranya kita dalam menjalani kehidupan yang sesungguhnya di akhirat kelak. Akhirat adalah kehidupan pasca dunia yang teramat panjang, dan panjang tak terkirakan. Ketahuilah, Kematian bukanlah perjalanan akhir bagi kehidupan sebenarnya, tetapi hanya merupakan tempat singgah (transit). Kematian itu sebenarnya hanya merupakan perpindahan dari satu norma ke norma yang lain. Kematian adalah suatu tanda bahwa kehidupan masa uji coba manusia telah selesai. Ketika hidup di dunia manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menjadi cobaan dan ujian baginya. Namun ketika kematian datang, selesailah kesempatan untuk memilih. Pada fase baru ini manusia dipaksa untuk meyakinkan dirinya bahwa ia mati. Pada saat inilah ia dapat melihat malaikat maut dan alam Allah yang sebelumnya terhijab (tertutup). Disebutkan dalam firman Allah : “Sesungguhnya kamu berada dalam kehidupan lalai dari (hal) ini, maka kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari yang amat tajam”. (Qs. Qaaf [50] : 22) . Ketika berada di alam substansi (dzar) dulu, kita pernah mengalami kematian. Setelah itu kita ke dunia menjadi makhluk hidup, dan tidak lama kemudian kita akan mengalami kematian lagi. Selanjutnya kita akan dibangkitkan, sebagaimana disebutkan dalam Al-qur’an : “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (Qs. Al-Baqarah [2] : 28)

Ketahuilah, Pasca di dunia masih ada alam kubur, Pasca alam kubur masih ada kiamat dan hari kebangkitan. Pasca kebangkitan masih ada alam padang mahsyar (mauqif) dan penimbangan amal (yaumul hisab). Pasca yaumul hisab masih ada kehidupan yang tidak terkirakan lamanya dan tidak mengenal batas akhir, yakni syurga atau neraka. Pada saat itu sejarah kemanusiaan sudah usai dan perjalanan telah berakhir dengan pasti. Yang terbentang dihadapan manusia saat itu adalah era kehidupan syurga atau neraka.

Read more...

ORANG SERAKAH TAK PERNAH PUAS

Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan); “Kamu atelah menghabiskan rizkimu yang baik dalam kehidupan duniamu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya, maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak
dan karena kamu telah fasik” (Qs.al-Ahqaf [46]: 20)

Sahabat… siapapun pasti mengerti, bahwa didunia ini kita harus berusaha mencari kebahagiaan. Namun keberhasilan dalam memperolehnya tidak berarti kita harus mengorbankan kebenaran yang kita anut, bahkan menghalalkan segala cara. Dan manusia tidak boleh melanggar tapal batas moralitas dan taqwa demi meraih keuntungan material. Biasanya, kecenderungan material timbul dari keserakahan yang tak terkendali. Orang serakah memang tak pernah puas dengan harta dunia, persis seperti api membakar semua bahan bakar yang diberikan. Ketahuilah, bila keserakahan telah menguasai diri kita, ia akan mengubah kehidupan sosial kita menjadi medan pertengkaran dan perpecahan sebagai ganti dari keadilan, keamanan dan kedamaian. Secara alami dalam mesyarakat semacam itu keseluruhan moral dan ruhani tidak mendapat kesempatan.

Sebuah realitas yang memprihatinkan, kebanyakan kita telah menjadi hamba perut yang hidupnya seakan hanya untuk makan dan mencari kesenangan dengan mengabaikan tuntunan Ilahi. Ketahuilah, perut adalah sumber peyakit dan malapetaka, sumber keinginan dan syahwat yang kemudian diikuti oleh syahwat seksual. Syahwat perut dan kemaluan adalah penyebab timbulnya cinta akan kedudukan dan harta. Bahkan syahwat perut menjadi sebab dikeluarkannya Nabi Adam dan Hawa dari kampung yang kekal (surga) ke kampung yang fana (dunia). Orang yang cenderung menjadi hamba perutnya identik dengan kekikiran (bakhil). Hartanya tidak boleh susut sedikitpun, serba menghitung dan menjumlah miliknya. Setiap saat ia memeluk hartanya melebihi pelukannya terhadap istrinya. Kalau ia bepergian hartanya berada didalam kepalanya, kalau ia tidur hartanya ibarat bantal gulingnya. Apabila orang bertamu kerumahnya keningnya berkerut, khawatir kalai yang datang meminta sodaqoh kepadanya. Ia lebih suka berdiam diri dirumah dan jarang bergaul dengan masyarakatnya. Karena takut kebersamaannya akan mengeluarkan hartanya untuk macam-macam keperluan masyarakat. Ia suka kepada kemewahan dan suka juga pada kebakhilan. Itulah manusia yang menjadi hamba perutnya.

Itulah keserakahan yang tak pernah memberi kepuasan. Bermewah-mewah adalah sesuatu yang sangat disukai oleh hawa nafsu. Kemewahan, apabila telah melampaui batas akan menimbulkan pemborosan. Pemborosan adalah cikal bakal kemiskinan dan kemelaratan. Sedangkan kemelaratan adalah bibit kekufuran. Bahkan kemaksiatan dilahirkan dari induk yang bernama kemewahan. Orang dapat membeli apa saja dengan uang bahkan dapat membeli kemaksiatan dalam bentuk apapun. Sedikit sekali oang yang mau membeli kebaikan, kearifan dan keadilan melalui kemewahan. Islam menentang hidup yang berlebihan sampai melampaui batas. Sebab malapetaka yang timbul akibat keserakahan, keangkara murkaan dan rayuan harta yang melemahkan tidak saja menimpa dunia, tetapi diakhirat akan tetap mengancam. Bukalah lembaran al-Qur’an yang mulia, didalamnya ada sekelumit kisah tentang suatu ummat yang pernah tenggelam dalam keserakahan dan kesenangan dan kekafiran. Oleh Allah kaum yang seperti ini kemudian dihinakan dengan azab yang sangat pedih.

Kenapa banyak manusia serakah ?, keserakahan timbul akibat rasa takut kehilangan sesuatu yang di milikinya dan kecintaan terhadap dunia yang berlebihan. Imam Baqir pernah menasehati; “Perumpamaan orang serakah di dunia adalah ibarat ular sutra. Makin banyak sutra yang dijalinnya sekeliling dirinya, makin kecil kesempatannya untuk bertahan hidup hingga akhirnya ia lemas sendiri. Sahabat bermohonlah selalu kepada Allah, Dialah tempat kita berlindung dan memohon ampunan dari kejahatan diri dan buruknya perbuatan kita. Ketahuilah, bagi setiap orang yang berakal pasti memahami bahwa kehidupan yang meterialistis tidak pernah menghadirkan kecukupan dalam pencariannya tentang dunia. Sebab meneguk harta dunia ibarat meminim air asin, semakin banyak menelannya semakin haus kita dibuatnya.

Ya Allah, Rabb pemberi segala kemuliaan. Hadirkanlah dalam hati kami sifat menerima segala apapun yang Engkau berikan. Tetapkanlah jiwa kami untuk selalu bersyukur atas apa yang Engkau karuniakan. Janganlah Engkau biarkan hati kami selalu condong kepada keduniaan.

Read more...

Sabtu, 17 Oktober 2009

HARTA ADALAH AMANAH DAN UJIAN

Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka itulah orang-orang yang rugi”. (Qs. Al-Munafiqun [63]: 9)

Tidak dapat kita bantah bahwa harta merupakan salah satu pangkal kehidupan, dasar asasi bagi segala rupa pekejaan dan penegak keutuhan rumah tangga. Didalam cara mencarinya hendaklah tetap berpegang pada prinsif kebenaran agar kita tidak jatuh pada kesesatan, hati dan aqidah tetap terbentengi dengan kebaikan. Sadarilah, harta benda, kedudukan dan kesempatan yang kita miliki adalah amanat Allah yang wajib kita pelihara dan kita tunaikan dengan baik. Muhammad Mahdi al-Naraqi dalam “Jami’us Sa’adah” beliau menulis; Penyakit dunia yang paling parah yang berkaitan dengan potensi syahwat adalah harta. Karena itu orang yang rakus membutuhkan harta dan tidak merasa puas . sehingga ketika ia menjadi tingkat kefakiran dan mencapai tingkat pelampauan batas yang akibatnya merugikan. Ia tidak dapat memisahkan antara faedah dan penyakit. Bahkan ia tidak mampu membedakan antara kebaikan dan keburukannya, sehingga ketika kehilangan hartanya ia menduduk sifat kefakiran dan ketika mendapatkannya ia menduduki sifat kaya. Dengan dua keadaan ini ia mendapat ujian. Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan tentang tercelanya harta serta kehinaaan mencintainya secara berlebihan. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka itulah orang-orang yang rugi”. (Qs. Al-Munafiqun [53]: 9) . Dalam ayat yang lain Allah mengingatkan; “Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar”. (al-Anfal [8]: 28).

Tepat apa yang dikatakan oleh seorang bijak, harta itu seperti ular yang didalamnya ada racun penawar. Yang berbahaya adalah racunnya dan yang befaedah adalah penawarnya. Barang siapa yang mengetahui keduanya akan dapat menyelamatkan diri dari keburukannya dan dapat mengambil manfaat serta kebaikannya. Manusia baik secara pribadi, keluarga ataupun masyarakat. Betapapun dapat meraih apa yang diinginkannya, tetapi ketika cara mendapatkannya tidak sesuai dengan apa yang Allah syariatkan, maka pasti akan mengalami kehancuran. Jiwa tidak merasa terpuaskan, hidup selalu dihantui rasa takut yang menggelisahkan. Itulah orang-orang yang menjadikan harta dunia sebagai Tuhan. Allah menegaskan dalam firman-Nya; “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakan tutupan atas penglihatannya?. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”. (Qs. Al-Jatsiah [45]: 23).

Ketahuilah sahabat, bila kita secara individu maupun masyarakat terlalu berlebihan memberikan prioritas pada urusan materi (harta), tidak mungkin cenderung kepada moralitas yang menuntut ketaatan sepenuhnya pada hukum-hukum kehidupan yang telah digariskan. Orang yang mengesampingkan segala urusan selain uang dan uang dalam perjuangan hari-harinya, tidak dapat berpegang pada etika keadilan dan kebenaran dan cenderung pada kesalahan. Catatlah dalam hati, Bahwa cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan. Buah dari kecintaan yang berlebihan terhadap harta (dunia) akan membawa pelakunya pada beberapa keadaan. Di antaranya adalah:

  • Mencintainya akan mengakibatkan mengagungkannya.

  • Mencintainya akan menyibukan kehidupannya, hingga lalai terhadap kewajibannya.

  • Pecinta dunia akan mendapat azab yang berat dan disiksa di tiga negeri, yaitu; di alam dunia ia di azab dengan kerja keras untuk mendapatkannya. Di alam barzakh ia di azab dengan perpisahan dari apa yang dicintainya, dan di alam akhirat ia akan diazab untuk mempertanggungjawabkan tentang dunia yang dimilikinya

Hanya kepada Allah sajalah kita mohonkan perlindungan. Dialah yang tidak ada kekuasaan melebihi kekuasaan-Nya. Tidak ada yang mampu menghancurkan apa yang telah dibangun-Nya. Tidak ada sesuatupun yang mampu memberi petunjuk bagi siapa yang telah disesatkan-Nya. kepada-Nyalah kembali segala apa yang diciptakan.

Ya Allah pemilik seruan yang sempurna, peneguh hati yang kerap terlena. Jangan Engkau biarkan hati kami terlena oleh rayuan dunia yang fana. Mudahkan diri ini untuk selalu mensyukuri setiap kenikmatan yang kami terima. Hindarkan diri kami ya Rabb..dari orang-orang yang selalu bebuat durjana. Kuatkan diri kami untuk selalu melakukan perbuatan yang mulia. Janganlah Engkau campakan kami menjadi hamba-hamba yang terhina.

Read more...

VISI & MISI

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Qs. Ali Imran [4]: 104

VISI DA MISI
Visi : Menuju Masyarakat Bertauhid Misi: Menjalin Ukhuwah, memperkuat da’wah demi tegaknya masyarakat bersyariah

AWAL MELANGKAH
Paling tidak ada empat prioritas yang harus kita susun bersama sebagai pertanggungjawaban moral kita sebagai ummat mayoritas, yaitu: Murnikan Akidah dari segala bentuk kemusyrikan, bersihkan jiwa dari segala bentuk dosa dan kemaksiatan, sempurnakan ibadah dari segala pengaruh riya, bid’ah dan kemunafikan dan kokohkan ukhuwah demi tegaknya syariah. Pada sisi yang lain, kondisi ummat Islam dewasa ini masih di hadapkan pada berbagai persoalan; berupa keterbelakangan social, ekonomi, poltik dan cara berpikir. Sementara kondisi obyektif masyarakat ( non muslim ) terus bergerak maju dalam capaian ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Bahkan kondisi ini semakin di perparah dengan adanya polarisasi dalam tubuh ummat Islam, sehingga menjadi lahan empuk untuk mengadu domba sesama muslim, terutama bagi mereka yang tidak senang melihat kemajuan ummat Islam.

Di dorong oleh realitas di atas dan keinginan untuk mengambil bagian dalam porsi da’wah. Lembaga Da’wah Dan Sosial AL-ISRA turut ambil bagian untuk mengisi lahan-lahan da’wah yang kerap terabaikan oleh kebanyakan ummat. Dan semua langkah ini di niatkan sebagai konsekwensi pertanggung jawaban akan wajibnya menyerukan amar ma’ruf dan nahyi munkar.

Program

1 Program Beasiswa pendidikan Yatim Dan dhu’afa ( Non Panti )
Program ini bertujuan membantu anak yatim dan dhu’afa untuk menyelesaikan sekolahnya lewat bantuan pembayaran dan SPP juga keperluan sekolah. Program santunan pendidikan yatim dan dhu’afa eLDaSi AL-ISRA mengajak berinpestasi untuk kepentingan akhirat kita. Beri mereka harapan agar bisa menikmati hari depan. Jadikan yang terbaik dari harta kita untuk sebuah keabadian.

2 Pesantren Dan Panti Asuhan Dhu’afa
Alhamdulilllah, eLDaSi AL-ISRA mendapat kepercayaan untuk mengelola tanah wakap di daerah Muara Gembong. Di lahan tanah wakap seluas 1.620 M Insya Allah akan kami dirikan lembaga pendidikan Pesantren Yatim dan Dhu’afa. ( masih dalam tahap pengembangan )

SUNDUQ DAKWAH

Hidup adalah apa yang kita persembahan untuk Allah, demi Allah dan karena Allah. Kita ada bukan hanya sebatas ada, tetapi bagaimana kita mampu memanfaatkan “keadaan” sebagaimana Allah menciptakan kita tidak mengada-ada. Sudahkan kita memaknai “keadaan” hidup dengan mempersembahkan yang terbaik buat bekal kita. ELDaSi AL-ISRA mengajak untuk menyisihkan sebagian rizki yang kita miliki untuk inpestasi akhirat kita. Bantu saudara kita yang tidak mampu untuk mewujudkan cita-cita mereka. Jadikan yang terbaik dari harta kita untuk sebuah keabadian. Semoga Allah memudahkan rizki yang kita cari dan meringankan tangan kita untuk memberi.

Badan Hukum: Notaris Nida Khaerany SH. No. 10 Tanggal 20 Mei 2002
Sekretariat: Jl. RH. Umar RT 05/18 Ceger Jakasetia Bekasi Selatan 17147

Salurkan DONASI ANDA melalui; Bank Syariah Mandiri Cab. Bekasi No. Rek. 0050043906 a/n Anwar Anshori

Kegiatan

Agenda kegiaan yang menjadi skala prioritas kegiatan eLDaSi AL-ISRA adalah; pengembangan Da’wah dan kegiatan sosial.

Program da’wah:

1. Majlis Talim kaum Ibu
Kegiatan ini dilakukan setiap pekan, pada hari senin pukul 13.00 ( ba’da dzuhur ) dan sementara hanya di khusus untuk kaum ibu. Materi yang disampaikan dalam majlis ini adalah: Fiqh Ibadah, Fiqih Mu’amalah, Fiqh Nisa’ dan Tsaqofah Islamiyah.

2. Majlis Muhasabah ( getar kalam off air )
Kegiatan ini merupakan kerjasama eLDaSi AL-ISRA dengan Radio Dakta 107 FM. Di ilhami dari acara Getar Kalam yang di asuh oleh Ust. Anwar Anshori Mahdum. Di laksanakan setiap pekan pertama dan ketiga ( hari ahad ) pukul 13.00 – 15.00. bertempat dimasjid Agung Al-barkah. Kajian ini di isi oleh narasumber tetap; yaitu Ustadz Anwar Anshori Mahdum ( pengisi kajian Islam Radio Dakta 107 FM )

3. Kajian Mar’atush Sholehah
Dilaksanakan setiap akhir bulan, Kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan kepada wanita-wanita muslimah terkait dengan bagaimana seharusnya wanita muslimah berprilaku Diharapkan dengan program ini para wanita mulimah mendapat bekal ketauladanan yang lebih baik dalam menjalani kehidupan sesuai dengan aturan Islam.

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP